Wednesday, October 20, 2010

Cara Buruk Turunkan Berat Badan

Mengurangi berat badan dan menjaganya tetap stabil merupakan perjuangan tiada akhir. Itu sebabnya, banyak wanita selalu berusaha menjaga diet dalam waktu lama demi menjaga bobot tubuh ideal.

Cara terbaik dan sehat untuk mendapatkan berat badan ideal adalah dengan tetap mengonsumsi makanan sehat, dan berolah raga secara rutin. Sayangnya, banyak wanita yang ingin mendapatkan tubuh langsing secara instan. Padahal, tidak semua diet itu aman dijalani. Ada beberapa pola diet yang dianggap cespleng, justru menyimpan risiko bagi yang menjalaninya.

Karena itu, agar bisa mendapatkan tubuh langsing sehat, hindari cara buruk menurunkan berat badan berikut ini, seperti yang dikutip dari Modernmom.

Merokok

Merokok dianggap sebagai aktivitas yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga kalori tubuh mudah terbakar. Merokok memang bisa membuat tahan lapar. Tapi, jika niat Anda merokok untuk menurunkan berat badan, ini adalah ide yang sangat buruk.

Rokok merupakan zat adiktif yang membuat Anda sulit berhenti menghisapnya, bahkan setelah Anda telah berhasil menurunkan berat badan. Risiko kesehatan yang diakibatkan rokok jauh lebih besar daripada manfaat penurunan berat badan.

Menurut Smokefree.gov, peningkatan laju metabolisme Anda dari rokok sebenarnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Diet menghiraukan rasa lapar

Melewatkan jadwal makan akan mengakibatkan tubuh Anda kekurangan kalori yang seharusnya dibutuhkan. Anda tidak hanya kehilangan kalori yang sangat penting bagi tubuh, tapi juga nutrisi dan vitamin. Hal ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Bila tubuh tidak mendapatkan cukup kalori, metabolisme akan melambat untuk menebus kekurangan energi tubuh. Demikian seperti yang dilaporkan MayoClinic.com.

Diet jus buah

Tidak mengkonsumsi apa-apa kecuali hanya minum jus buah mungkin terdengar efektif untuk diet, tapi ada risikonya terhadap kesehatan. Diet semacam ini bertentangan dengan prinsip gizi seimbang. Jika terus dijalankan dalam waktu relatif lama, diet cara ini akan membahayakan kesehatan.

Berat badan memang bisa akan turun, namun karena kekurangan nutrisi dari bahan makanan lainnya, kemungkinan besar Anda menjadi lebih mudah terserang penyakit.

Makan Malam Bikin Gemuk?

Makan malam sering kali dianggap sebagai kebiasaan buruk karena dapat meningkatkan berat badan. Sebenarnya, seberapa besar pengaruh makan malam pada meningkatnya berat badan?

British Medical Journal (BMJ) mengambil beberapa penelitian tentang pengaruh makan malam terhadap kenaikan berat badan, seperti yang dikutip dari thatsfit. Salah satu penelitian yang dijadikan referensi oleh BMJ adalah studi di Swedia pada tahun 2002.

Studi tersebut melibatkan 83 wanita yang mengalami obesitas dan 94 wanita yang tidak obesitas. Studi tersebut menyebutkan bahwa pada wanita yang mengalami obesitas, frekuensi makan mereka lebih sering di siang hari.

Hanya karena waktu malam dihubungkan dengan peningkatan berat badan bukan berarti makan malam menyebabkan berat badan Anda bertambah. Hal ini terjadi pada penelitian tersebut saat wanita yang mengalami obesitas tidak makan di malam hari, namun berat badannya terus bertambah. Permasalahannya adalah saat pemasukan kalori lebih besar dari pada pengeluarannya.

Sebuah studi lain yang diikuti oleh 2.500 orang juga menghasilkan kesimpulan yang mirip. Makan malam bukanlah penyebab meningkatnya berat badan, namun makan lebih dari tiga kali sehari yang menjadi masalah.

6 Makanan Pembasmi Lemak Perut Berlebihan

Lemak perut adalah lemak paling berbahaya pada tubuh. Lemak ini merupakan indikator kesehatan Anda secara keseluruhan. Mereka menyumbat organ, memperlambat gerak tubuh dan menguras energi Anda.

Penyebab terbesar bukan hanya kurang olahraga tetapi juga makanan yang Anda makan. Tetapi lemak pada perut bisa ditanggulangi dengan membakarnya melalui makanan-makanan berikut.

1. Tingkatkan asupan protein Anda hingga 30 sampai 35 persen. Protein dapat dengan mudah ditemukan dalam dada ayam, kalkun dan telur. Sumber lain adalah roti gandum dan edamame. Protein kedelai dari edamame dipercaya dapat membantu mencegah lemak perut.

2. Percepat metabolisme Anda dengan lemak tak jenuh. Selain mengandung tingkat lemak tak jenuh yang tinggi, alpukat dan kacang-kacangan juga membantu menurunkan kolesterol. Jangan lupa untuk mengonsumsi 5 gram makanan berserat setiap kali Anda makan.

3. Makan pasta gandum (Quaker oatmeal) dan sereal. Jika Anda menginginkan sedikit rasa manis, tambahkan buah segar.

4. Pilihlah air jeruk, lemon tea, atau es teh tawar sebagai pilihan minuman di samping air putih.

5. Cobalah untuk mengganti cemilan dengan sayuran mentah.

6. Terakhir, beralihlah untuk memakan makanan sehat. Kebiasaan ini tidak hanya akan membantu Anda menurunkan berat badan, tapi meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan dan meningkatkan energi.

Thin or Fat???

Ukuran tubuh seperti apa sih yg dikategorikan sehat??

Jika seseorg nampak kurus, maka org tersebut dikatakan kekurangan gizi, anorexia, bulimia dan hal negatif lain ny..
Jika seseorg nampak gemuk atau gendut, maka org tersebut bisa saja mengidap diabetes, kolesterol, obesitas..

Namun pada umumnya wanita mengidam-idamkan tubuh yang slim dan singset. Banyak hal yang dilakukan untuk mencapai berat badan seminimal mungkin dari diet ketat (sampai-sampai tidak makan nasi) hingga hard exercise (olahraga tiap saat). Hal ini sebenarnya tidak baik. Karna kita harus menyeimbangkan energi yang masuk dan keluar.. Jika energi yang keluar lebih banyak maka kita jadi tidak semangat dalam menjalankan aktivitas.
Bukan hanya itu, ada cara lain yang dilakukan untk memperoleh tubuh ramping, seperti akupuntur, sedot lemak, suntik kurus, dan minum berbagai macam obat dari obat penghilang nafsu makan hingga obat pelancar pencernaan sampai2 makanan yg msk tdk melalui usus tapi langsung sampai ke anus..

Haruskah kita (wanita) menempuh itu semua untuk menggapai berat badan ideal??
Bagaimana jika kita memiliki tubuh yang ideal tapi tidak sehat (sakit2an)???

Untuk itu sy buat blog ini agar kita sama2 belajar mengetahui SLIM-HEALTH-LIFE itu spt apa?.. Agar kita dapat lebih bijak untuk memasukan makanan ke dlm perut tanpa harus mengorbankan byk kesenangan lain.. :))

Tubuh yang terlalu kurus pun tidak sedap dipandang..
Untuk itu kita harus mengetahui berat ideal yang sehrsnya kita miliki dengan postur/tinggi badan yang kita miliki..

Berikut rumusan nya:

1. Berat Badan Normal

Berat Badan Normal = Tinggi Badan - 100

Contoh :
Jika tinggi kita dari ujung kaki hingga ujung kepala adalah 160 cm maka berat badan normal kita adalah 160 - 100 = 60 kg.

2. Berat Badan Ideal

Berat Badan Ideal = (Tinggi Badan - 100) - ( 10% tinggi badan -100)

Contohnya : Jika tinggi badan kita adalah setinggi 150 cm, maka berat badan ideal kita adalah (150 - 100) - (10% x (150 - 100) = 50 - 5 = 45 kg.

Dari hasil tersebut dapat kita ketahui apa yang terjadi dengan diri kita dengan membandingkan hasilnya berikut di bawah ini :

- Kelebihan Berat Badan / Overweight = Hasilnya 10% s/d 20% lebih besar
- Kegemukan / Obesitas / Obesity = Hasilnya lebih dari 20% dari yang seharusnya
- Kurus = Hasilnya 10% kurang dari yang seharusnya.


Untuk memperoleh tubuh yang ideal sy akan berbagi mengenai tips2 do's and don'ts yang dapat kita lakukan..

SEMOGA BERHASIL!!